Rabu, 27 April 2016

Konsep Dasar Fisioterapi Dada

Standard


2.4    Konsep Dasar Fisioterapi Dada
2.4.1   Definisi Fisoterapi Dada
Fisioterapi dada merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang bertujuan membersihkan dan mempertahankan kepatenan jalan nafas. Dalam pelaksanaannya, tindakan tersebut dilakukan atas instruksi dokter (Mubarak dan Chayatin, 2007: 173)
Fisioterapi dada  merupakan sekumpulan tindakan yang disusun untuk meningkatkan efisiensi pernapasan, meningkatkan pengembangan paru, kekuatan otot pernapasan, dan mengeliminasi sekret yang berasal dari sistem pernapasan (Saputra, 2013: 142).
Fisioterapi dada (chest physiotherapy) merupakan suatu kelompok terapi yang digunakan untuk memobilisasi secret pulmonal. Terapi tersebut termasuk drainase postural, perkusi dada, dan vibrasi (Potter dan Perry, 2010: 38)
Fisioterapi dada (chest physioterapy / CPT) (perkusi dan memosisikan) adalah metode lain yang efektik untuk mencegah pneumonia dan menjaga jalan nafas tetap bersih. CPT membantu klien mendrainase dan mengeluarkan secret (Potter dan Perry, 2010: 508)





2.4.2   Jenis Fisioterapi Dada
Fisioterapi dada terbagi atas 3 jenis tindakan yaitu (Asmadi, 2008: 35)
1)        Perkusi (Clapping)
Perkusi disebut juga clapping adalah pukulan kuat, bukan berarti sekuat­ kuatnya, pada din ding dada  dan  punggung dengan  tangan dibentuk seperti rnangkuk.
2)        Vibrasi (Vibrating)
Vibrasi  adalah  getaran  kuat  secara  serial  yang dihasilkan perawat yang diletakkan datar pada din ding dada klien.
3)        Postural Drainage
Postural  drainage merupakan   salah  satu  intervensi  untuk  melepaskan sekresi dari berbagai  segmen paru-paru  dengan  menggunakan  pengaruh gaya gravitasi. Waktu  yang terbaik untuk  melakukannya  yaitu  sekitar  1 jam sebelum  sarapan  pagi dan sekitar 1 jam sebelum  tidur  pada malam hari. Postural  drainage  harus  lebih sering dilakukan  apabila lendir  klien berubah  warnanya  rnenjadi   kehijauan  dan   kental  atau  ketika  klien menderita  demam. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan postural drainage antara lain:
(1)      Batuk dua atau tiga kali berurutan setelah setiap kali berganti posisi.
(2)      Minum air hangat setiap hari sekitar 2 liter.
(3)      Jika harus menghirup bronkodilator, lakukanlah 15 menit sebelum melakukan postural drainage.
(4)      Lakukanlah latihan napas dan latihan lain yang dapat membantu mengencerkan lendir.
2.4.3   Tujuan Fisioterapi Dada
1)        Mengeluarkan sekresi di jalan nafas
2)        Mengalirkan dan mengeluarkan sekret yang berlebihan.
3)        Menurunkan akumulasi sekret pada klien yang tidak sadar atau lemah.
2.4.4   Indikasi Fisioterapi Dada
Teknik fisioterapi yang digunakan pada orang dewasa secara umum dapat diterapkan untuk bayi dan anak-anak. Dalam memberikan fisioterapi pada anak harus diingat keadaan anatomi dan fisiologi pada anak seperti pada bayi yang belum mempunyai mekanisme batuk yang baik sehingga mereka tidak dapat membersihkan jalan nafas secara sempurna.Sebagai tambahan dalam memberikan fisioterapi harus didapatkan kepercayaan daripada anakanak, karena anak-anak tersebut sering tidak koperatif (Febrianto, 2013: 6).
2.4.5   Kontra Indikasi Fisioterapi Dada
Kontra indikasi relatif seperti infeksi paru berat, patah tulang iga atau luka baru bekas operasi, tumor paru dengan kemungkinan adanya keganasan serta adanya kejang rangsang (Febrianto, 2013: 6).
2.4.6   Prosedur Tindakan Fisioterapi Dada
Prosedur tindakan yang dapat dilakukan menurut (Asmadi, 2008: 35).
1)        Perkusi (clapping)
Tujuan:
Secara mekanik  dapat melepaskan sekret yang melekat pada dinding bronkus.
Prosedur :
(1)      Tutup area yang akan dilakukan perkusi dengan handuk atau pakaian untuk mengurangi ketidaknyamanan.
(2)      Anjurkan klien tarik nafas dalam dan lambat untuk meningkatkan relaksasi.
(3)      Perkusi pada tiap segmen paru selama 1-2 menit.
(4)      Tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang mudah terjadi cedera. Seperti : mammae, sternum dan ginjal.
2)        Vibrasi
Tujuan:
Vibrasi digunakan  setelah perkusi untuk meningkatkan  turbulensi  udara ekspirasi dan melepaskan mukus yang kental. Seringdilakukan  bergantian dengan perkusi.
Prosedur
(1)      Letakan tangan, telapak tangan menghadap ke bawah di area dada yang akan di drainage.Satu tangan diatas tangan yang lain dengan jari-jari menempel bersama dan ekstensi. Cara yang lain bisa di letakan secara bersebelahan.
(2)      Anjurkan klien untuk menarik nafas dalam melalui hidung dan menghembuskan nafas secara lambat lewat mulut.
(3)      Selama masa ekspirasi, tegangkan seluruh otot tangan dan lengan dan gunakan hampir semua tumit tangan. Getarkan(kejutkan) tangan, gerakan kea rah bawah. Hentikan getaran jika klien melakukan inspirasi.
(4)      Setelah tiap kali vibrasi, anjurkan klien batuk dan keluarkan secret.
3)        Postural drainage
Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan postural drainage antara lain :
(1)      Batuk 2 atau 3 kali setelah setiap kali berganti posisi
(2)      Minum air hangat setiiap hari 2 liter
(3)      Jika harus menghirup bronkodilator, lakukanlah 15 menit sebelum melakukan postural drainage.
(4)      Melakukan  latihan nafas dan latihan lain yang dapat membantu mengencerkan    lendir.
Peralatan :
a.    Bantal 2 atau 3
b.    Papan pengatur posisi
c.    Tisu wajah
d.   Segelas air
e.    Sputum pot
Prosedur :
(1)      Cuci tangan
(2)      Pilih area yang tersumbat yang akan di drainage berdasarkan pengakajian semua area paru, data klinis, dan chest X-ray.
(3)      Baringkan klien dalam posisi duduk untuk mendrainage area yang tersumbat
(4)      Minta klien mempertahankan posisi tersebut selama 10-15menit
(5)      Selama 10-15 menit drainage pada posisi tersebut, lakukan perkusi dan vibrasi dada di atas area yang di drainage.
(6)      Setelah drainage pada posisi pertama, minta klien duduk dan batuk, bila tidak bisa batuk, lakikan suction. Tampung sputum di pot.
(7)      Minta klien istirahat sebentar bila perlu.
(8)      Anjurkan klien minum sedikit air
(9)      Ulangi langkah 3-8, sampai semua area tersebut telah ter-drainage.
(10)  Ulangi pengkajian dada pada bidang paru
(11)  Cuci tangan
(12)  Dokumentasikan


DAFTAR PUSTAKA

Poter, Patricia A, dan Perry, Anne G. 2010. Fundamental Keperawatan. Ed 7. Jakarta : Salemba Medika
Mubarak, Wahit Iqbal dan Chayati, Nurul. 2007. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia : teori dan aplikasi dalam praktik. Jakarta : EGC.
Temple, Jean Smith dan Johnson, Joyce Young. 2010. Buku Saku Prosedur Klinis Keperawatan. Ed 5. Jakarta : EGC
Saputra, Lyndon. 2013. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Tangerang Selatan : Binarupa Aksara Publisher.
Lubis, Helmi. M. 2014. Fisioterapi Pada Penyakit Paru Anak. Sumatra Utara : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara.


0 komentar:

Posting Komentar